Archive | KARIR RSS for this section

PROMOSI DIRI DI TEMPAT KERJA

Menunjukkan kemampuan diri di tempat kerja bukanlah sesuatu yang tabu, asal tidak terlalu menonjolkan diri, karena dapat dianggap sombong bagi rekan kerja anda. Selama ini, apakah anda sudah menunjukkan hasil kerja yang baik di tempat kerja. Tetapi entah kenapa, tidak pernah ada yang tahu siapa Anda.

Terlepas dari kontribusi Anda yang begitu besar dalam menaikkan revenue perusahaan, nama Anda tenggelam dan tidak pernah diperbincangkan saat rapat atasan. Apa karena Anda kurang cantik atau tinggi? Bukan. Itu lebih dikarenakan Anda tidak pernah mempromosikan diri sendiri.

Bukan hanya barang yang perlu dipromosikan agar dibeli. Anda juga perlu tahu bagaimana caranya memperlihatkan pada orang lain siapa diri Anda, apa yang bisa Anda lakukan, dan seberapa besar kontribusi Anda terhadap perusahaan.

Menurut Caitlin Williams, penulis Successful Woman’s Guide to Working Smart, promosi diri adalah salah satu kunci sukses di dunia kerja. Hanya saja, hal ini seringkali dihindari oleh kaum wanita.

“Kebanyakan wanita merasa tidak nyaman mempromosikan diri sendiri, karena stereotip yang beredar di masyarakat memosisikan wanita sebagai orang yang berada di belakang layar dan bekerja dengan cara mengedepankan kepentingan orang lain, alih-alih kebutuhannya sendiri,” tambah Binnie Shusman Kafrissen dalam buku Winning Roles for Career-Minded Women: Understanding the Roles We Learned as Girls and How to Change Them For Success at Work, yang ditulisnya bersama Fran Shusman.

 

Advertisements

KIAT PERSIAPAN DIRI JELANG WAWANCARA KERJA

Ibarat maju ke medan perang, maka wawancara kerja juga perlu persiapan sebelumnya. Perlu diketahui, hal-hal remeh termasuk kerapihan dan sikap Anda menjadi bagian dari penilaian. Karena, setidaknya sepekan sebelum wawancara, Anda harus sudah mulai menyiapkannya.

Dalam beberapa situs terkenal dijelaskan terdapat kaitan psikologis ritual pra-wawancara dengan kesuksesan Anda mendapatkan pekerjaan impian. Persiapan diri sebelum wawancara dapat menaruh beberapa kekhawatiran Anda dengan  memastikan Anda siap saat hari wawancara tiba. Ini dengan asumsi, Anda sudah melakukan persiapan rutin, seperti melatih jawaban Anda atas pertanyaan Anda harapkan untuk ditanyakan dan belajar tentang perusahaan Anda yang Anda lamar.

Hal-hal yang perlu dilakukan di luar mempersiapkan materi wawancara? Ini Dia:
Seminggu sebelumnya: pergi ke tukang cukur, dan rapikan rambut Anda

Perawatan yang baik adalah bagian kunci dari kesan yang Anda buat dalam sebuah wawancara, dan itu dimulai dengan rambut Anda. Merapikan rambut seminggu sebelum wawancara membantu Anda mengurangi stres tentang penampilan Anda; seminggu setelah bercukur rambut Anda tampak alami, tetapi masih rapi.

Sehari sebelumnya: pelajari transportasi menuju lokasi wawancara

Sehari sebelum wawancara Anda, Anda harus melakukan penjajagan perjalanan Anda ke lokasi wawancara. Ambil transportasi yang sama yang Anda akan menggunakan pada hari wawancara untuk mengukur lama perjalanan. Ini untuk memastikan Anda tak salah alamat dan memprediksi waktu agar tak telat. Atau bila Anda sudah tahu pasti lokasinya, datanglah beberapa menit lebih awal. Ingat: datang terlambat bisa membuat runyam semuanya!

Dua malam sebelumnya: siapkan pakaian Anda

Putuskan apa yang akan dikenakan sebelum hari wawancara. Pikirkan tentang perusahaan yang Anda daftar, dan pelajari apa kode pakaian mereka. Jika Anda telah ke kantor mereka sebelum, memikirkan apa yang orang lain kenakan.

Malam sebelumnya: latihan akhir

Luangkan waktu malam sebelum wawancara Anda untuk berlatih di depan cermin. Berbicara dan jawabanlah pertanyaan yang Anda berpikir Anda akan diminta untuk menjawabnya. Perhatikan suara Anda dan bahasa tubuh, dan pastikan Anda melakukan kontak mata. Jadikan ini latihan terakhir Anda

Pagi menjelang wawancara: kosongkan pikiran Anda

Menekankan tentang wawancara tidak akan membuat waktu berlalu lebih cepat, sehingga menempatkan energi Anda ke hal-hal lain. Sarapan dan lakukan hal rutin lainnya.

Lima jam sebelumnya: jangan mengonsumsi kafein

Menghindari kafein sebelum wawancara pekerjaan adalah kunci besar untuk terlihat dan merasa santai. Tubuh Anda akan memompa adrenalin selama wawancara, sehingga Anda akan tegang dan gelisah. Kopi dikhawatirkan akan memacu degup jantung menjadi lebih cepat, dan makin membuat Anda tampak gelisah.

Dua jam sebelumnya: Pergi ke kamar mandi

Ya, Anda perlu mengosongkan kandung kemih, membersihkan badan, dan ups…jangan sampai ketombe berhamburan di bahu Anda.

Saat wawancara: jadilah diri Anda

Duduk dengan rapi, kaki lurus ke depan dan bersikaplah santai, jangan tegang. Simak setiap pertanyaan, dan jawablah dengan lugas. Jadilah diri Anda.

Semoga berhasil.

NILAI IJAZAH BUKAN PENENTU KARIR

Bila Anda ingin mendapat pekerjaan idaman, bukan semata indeks prestasi tertinggi yang diperlukan. Ada satu hal yang lebih penting dari itu: sikap Anda atau attitude of personality.

Hasil survei yang dihajat situs CareerBuilder, 71 persen manajer SDM menyatakan menempatkan kecerdasan emosional dan sikap — termasuk pada bagaimana ia mengendalikan emosi dan menjalin pertemanan —  ketimbang pada IQ semata. seseorang dengan EQ (kecerdasan emosi) tinggi dianggap lebih mampu mengendalikan diri dan mampu bekerja di bawah tekanan ketimbang mereka yang hanya mengandalkan IQ tinggi

“Kompetensi teknik dan kecerdasan penting bagi setiap pekerja, namun kecakapan interpersonal lebih epnting lagi,” kata Rosemary Haefner, vice president SDM di CareerBuilder. “Dalam kondisi ekonomi sulit, bos ingin orang yang bekerja dengannya bisa membuat keputusan secara efektif dalam situasi penuh tekanan,” katanya.

In a recovering economy, employers want people who can effectively make decisions in stressful situations and can empathize with the needs of their colleagues and clients to deliver the best results.”

Ingin mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi? Ini bocoran yang dilansir CareerBuilder untuk meng-upgrade-nya.

Kendali Diri atau Kontrol Emosi

Biasanya, calon bos akan memasukkan materi diskusi kelompok saat rekrutmen pekerja. Dari sini, emosi calon pekerja diukur. Untuk membantu meminimalisasi reaksi negatif, “Penting bagi Anda mengenali pemicu stress ketika tekanan datang,” kata  Patricia Thompson PhD, konsultan manajemen pada Sperduto & Associates Inc, sebuah firma psikolog papan atas di Atlanta. Sikap tubuh juga harus tetap dijaga. Thompson menyarankan untuk keluar dari kondisi itu dengan: tarik nafas panjang, kemudian hitung sampai 10, dan tenanglah.

Refleksi dan Instropeksi

“Agar kecerdasan emosi terasah, Anda harus self-aware, dengan memahani betul apa kekurangan dan kelemahan Anda,” kata Thompson. Ia menyarankan untuk membuat lima kelebihan dan kekurangan utama Anda, kemudian gunakan dua hal yang berlawanan itu untuk saling melengkapi. Pilih dua atau tiga kelemahan Anda, dan carilah cara untuk mengatasinya.

Dengarkan dan Belajarlah

Berdasar survei CareerBuilder, ketajaman emosi juga diukur dari bagaimana ia mampu mendengar. Thompson memberi jalan keluar untuk meningkatkan kemampuan mendengar. “Gunakan dua tingkat cara: pertama dengarkan untuk memahami konten pembicaraan, jangan menyela atau memberi penilaian terhadap apa yang diomongkan sampai dia selesai biacara. Kedua, dengarkan untuk memahami kondisi emosinya saat dia mencerikatan,” katanya. Kemampuan mendengar sangat penting, katanya, untuk membangun hubungan dalam satu tim secara lebih baik dan mengurangi konflik.

 

HATI-HATI! KARIR TERHAMBAT AKIBAT SOCIAL MEDIA

Facebook yuk..tentu itu sudah menjadikan kebutuhan anda sehari-hari, apalagi bagi wanita karir, tentunya wanita sangat menyukai hal yang sifatnya ngerumpi. Kehadiran social media di internet di satu sisi dapat memberi banyak keuntungan bagi kehidupan pribadi dan karier Anda. Hubungan dengan rekan kerja menjadi lebih akrab karena Anda terhubung dengannya di kantor dan juga secara online. Anda juga bisa sedikit narsis memamerkan keahlian dan pencapaian Anda lewat foto-foto. Bertukar komentar lewat Twitter juga bisa membuat hubungan makin kompak.

Namun, social media juga dapat mengancam masa depan karier Anda apabila tidak hati-hati dalam menggunakannya. Mungkin Anda sendiri telah mendengar beberapa cerita tentang pemecatan orang akibat melakukan hal-hal bodoh pada social media yang ia miliki. Misalnya, mengaku sedang rapat dengan klien, tetapi ternyata muncul foto di halaman Facebook yang memperlihatkan dia sedang makan bersama pacarnya. Atau, mengirimkan tweet yang isinya dia mendapatkan promosi karena perusahaannya akan merger, padahal berita ini belum boleh disebarkan ke publik.

Kunci utama agar social media tidak berbalik menjatuhkan karier Anda adalah pengendalian diri. Pasalnya, media internet memang membuat hidup jadi lebih mudah dan cepat. Ikuti empat langkah ini untuk memastikan Anda bisa menggunakan social media dengan aman tanpa harus membuat karier terpuruk:

1. Berpikir sebelum “posting”
Apa pun yang Anda tulis pada status ataupun tweet dapat berpengaruh bagi diri Anda. Meski Anda telah mengatur bagian privasi dengan teliti, tetap saja sebenarnya tidak ada status yang bisa dibilang aman di social media. Karenanya, pertimbangkan selalu sebelum posting, apakah Anda akan mengalami masalah apabila menulis seperti itu? Apakah atasan Anda akan marah saat membacanya? Jika ya, lebih baik jangan posting status itu!

2. Teliti lagi detail informasi seputar Anda
Mulai dari data seputar sekolah, perusahaan tempat bekerja, hingga minat dan hobi. Sekarang ini, banyak perusahaan yang mencoba melakukan pengecekan via online untuk mengetahui latar belakang Anda. Salah satunya melalui social media. Jika Anda tidak ingin seseorang mengetahui hal-hal tertentu tentang Anda, lebih baik jangan dicantumkan di sana.

3. Ikuti peraturan perusahaan
Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berkaitan dengan jejaring sosial. Yang pertama, apakah Anda diperbolehkan mengakses situs pertemanan online saat jam kantor? Lalu, informasi apa saja seputar perusahaan yang boleh dan tidak boleh Anda cantum dan bagikan dalam profil Anda? Segera bertanya kepada anggota staf bagian SDM apabila ternyata Anda kurang memahaminya!

4. Perhatikan “tweet” Anda
Jangan pernah mengirimkan tweet berisi komentar negatif tentang perusahaan. Atau, mengeluhkan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan melalui status di Facebook. Jika Anda punya keluhan, lebih baik segera ajukan langsung ke atasan Anda!

APAKAH MEMAKAI ROK MENUNJANG KARIR ANDA ?

Budaya atau kultur di sebuah kantor kini mempengaruhi cara berpakaian karyawannya. Wanita karir di perusahaan-perusahaan di bidang kreatif, misalnya, cenderung bebas menentukan gaya berpakaiannya sendiri ketika bekerja . Mau pakai rok, celana panjang, atau celana pendek, tak ada yang melarang.

Akan tetapi untuk karyawan di lembaga keuangan atau government cenderung berbusana lebih konservatif, seperti blazer dengan rok atau celana panjang.

Namun jika Anda ingin meraih jenjang karier yang lebih tinggi, cobalah lebih sering mengenakan rok saat bekerja di kantor. Sebab menurut studi dari University of Hertfordshire, wanita yang memilih memakai rok ketimbang celana panjang, lebih cenderung sukses di tempat kerja. Riset yang dilakukan universitas ini mengklaim bahwa rok memberikan “kesan pertama yang lebih baik”, dan mereka yang mengenakannya cenderung lebih berhasil dalam pekerjaan.

Dalam uji cobanya, peneliti menunjukkan gambar-gambar wanita, dan meminta relawan untuk membuat penilaian mengenai tingkat kepercayaan diri, dapat dipercaya, sukses, fleksibel, dan gaji para wanita tersebut.

Profesor Karen Pine, pemimpin riset ini, menjelaskan bahwa sebuah kesan dibentuk dengan cepat, dan seringkali sangat akurat. Karena itu, penting bagi kaum wanita untuk menjaga identitas yang menyeimbangkan profesionalisme dan daya tariknya, dengan memakai rok akan kelihatan lebih enerjik dan modist.

“Dandan untuk membuat orang lain terkesan itu sangat bermanfaat, dan dapat menjadi kunci kesuksesan. Kami berpikir bahwa fashion itu hanya untuk memanjakan diri, dan kepribadian kita akan mundur karena pakaian kita yang membosankan. Ternyata itu tidak benar,” katanya.

Bagaimana menurut Anda? Busana apa yang menurut Anda paling membuat Anda merasa percaya diri?

TIPS BAGI WANITA KARIR

Di jaman globalisasi peran wanita di kantor sangatlah vital dan memiliki kesempatan yang sama dengan pria untuk mendapatkan karir yang tinggi. namun, masih banyak diantara kaum pria yang menganggap wanita itu lemah lantas di sepelekan begitu saja.

Agar kalian sebagai wanita karir bisa bertahan dalam situasi kerja seperti itu dan memiliki karir yang cemerlang maka ikutilah tips sederhana untuk menjadi Wanita karir yang sukses.

Tips wanita karier :

 1. Mulai Berani Berbicara

Beranilah dalam mengutarakan ide dan pendapat. Tidak perlu takut untuk tidak didengar. Berkoarlah sering – sering untuk mendapatkan respon

2. Selalu Belajar Hal Baru Dari Senior

Carilah seseorang yang dapat dijadikan panutan!. Cari tahu dari mereka cara untuk mencapai keberhasilan berdasarkan pengalaman mereka, dengan begitu kalian akan mendapatkan suatu pencerahan dan pembelajaraan.

3. Berpartisipasi dalam Berbagai Proyek

Aktiflah dalam mengikuti berbagai proyek! Dengan begitu kalian akan lebih dikenal atasan, dan rekan – rekan kerja kalian sehingga akan memudahkan kalian mendapatkan karir yang cemerlang

4. Memupuk Percaya Diri

Percaya diri ! Tunjukkan siapa diri kalian dengan memberikan hasil kerja yang baik! Dengan percaya diri yang tinggi pasti kalian akan lebih mudah melejitkan karir kalian

5. Jangan Cepat Putus Asa

Kegagalan dan kemunduran prestasi dalam sebuah dunia kerja merupakan suatu hal yang wajar. janganlah berputus asa karena hal tersebut. Jadikan kegagalan sebagai motivasi serta tantangan dalam meraih kesuksesan dan teruslah gali potensi diri kalian. Keep Your Spirit Up!

 

 

DILEMA WANITA KARIR

Seperti kita ketahui bagi wanita karir mungkin sudah menjadi suatu hal yang wajar, menhadapi kesibukan dan tantangan di kantor dan di rumah. Bahkan banyak diantara para istri menjadi TKI di luar negeri bertahun-tahun tidak pernah bertemu dengan suami dan anak. Di desa-desa anda akan sering mendapati kabar bahwa betapa banyak orang wanita baik yang masih belum menikah maupun yang sudah menikah sedang merantau di negeri seberang untuk mencari nafkah guna merubah keadaan kondisi keluarga. Dan tak jarang bagi mereka yang sudah menikah si suami melakukan selingkuh karena di tinggal istri bertahun-tahun di luar negeri.

Di dalam negeri sendiri tidak sedikit seorang wanita yang bekerja demi menambah biaya hidup keluarga atau sekadar mencari tambahan untuk membantu orang tuanya. Tak jarang orang tua atau mertua menjadi “pembantu” untuk momong cucunya. Sering juga terjadi seorang anak lebih dekat dengan pembantu (yang sesungguhnya) daripada ibunya sendiri karena jarang ketemu sang ibu yang lagi bekerja.

Sekarang yang menjadi pertanyaan, Apakah salah jika seorang wanita bekerja atau menjadi wanita karir ? Memang itu menjadi sebuah dilema. Bahkan seorang aktivis yang dulunya memiliki idealisme untuk hanya mendidik anak dan menjadi IRT (Ibu Rumah Tangga) saja setelah menikah kini berbalik 180 derajat berganti memilih bekerja baik itu karena faktor keuangan keluarga yang kecil, bosan ngurusin anak dan rumah ataupun faktor yang lain.

Untuk menjawab pertanyaan diatas: mungkinkah di dunia ini tanpa ada wanita karir ? Dokter, perawat, guru dan lain-lain memerlukan seorang wanita kan ? Jadi benar donk jika wanita karir itu boleh dilakukan. Tapi ingat karena banyaknya wanita karir banyak kesempatan pekerjaan yang diambil mereka sehingga pekerja pria berkurang dan akhirnya menjadi pengangguran. Kedua membuat para suami kurang giat bekerja untuk seoptimal mungkin karena dia terbantu seorang istri yang juga mendapatkan penghasilan.

Terus gimana donk ? Hal itu tergantung pada sisi mana kita memandang, bila menurut para ulama seorang wanita menjadi IRT saja itu lebih afdol alias lebih baik daripada menjadi wanita karir dengan catatan-catatan, begitu juga sebaliknya. Dan apa catatan tersebut ?

Pertama, wanita tersebut sudah ada yang menanggung nafkahnya. Yaitu suami atau ayahnya. Jika kedua orang tersebut mampu dan ada maka menjadi wanita karir bukanlah sebuah pilihan yang tepat.

Kedua, jika wanita tersebut sedang hamil atau anak-anaknya masih kecil kalau sekolah masih SMP kebawah maka sangat dianjurkan seorang Ibu lebih baik dirumah saja menjadi IRT murni atau sekalipun bekerja carilah pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah seperti menjadi penulis misalnya. Sekalipun pendidikan tinggi dan cukup untuk syarat bekerja memilih dirumah adalah lebih baik. Mengapa ? Kalau anda bekerja anda digaji berapa ? 10 juta lebih ? Apalah artinya uang sepuluh juta di banding syurga ? Kok syurga ? Iya, coba daripada anda hanya mengejar uang sepuluh juta lebih baik anda dirumah mengurus rumah dan yang terpenting mendidik anak. Mereka membutuhkan kasih sayang dan pendidikan anda. Jika anda mampu mendidik mereka menjadi orang yang cerdas dan bertakwa, maka syurga menanti anda. Belum lagi jika anda menjadi IRT anda lebih mudah untuk menyenangkan suami anda. Setiap suami anda berangkat anda siapkan keperluannya termasuk sarapanya dan anda antar di depan rumah, sorenya anda bukakan pintu, dan lain sebagainya. Duh betapa bahagianya keluarga tersebut. Saya yakin rasa kasih sayang akan sangat kuat diantara mereka daripada seorang suami yang beristrikan wanita karir yang sudah pulangnya sore sampai di rumah masih menanti istri dalam perjalan pulang kerja atau bahkan malah diminta menjemput istrinya bekerja.

Ketiga, seandainya menjadi wanita karir maka jangan memilih pekerjaan yang di luar standar kelaikan seorang wanita. Misal tidak patut seoranng wanita menjadi montir mobil. Ambilah pekerjaan yang sesuai dengan naluri dan kondisi fisik seorang wanita pada umumnya. Saya menganjurkan pekerjaan berikut menjadi seorang dokter, guru, administrasi, programer, designer, penulis, perawat, apoteker, dll. Oh iya tak lupa jangan sampai bekerja yang di sertai dengan memanfaatkan kemolekan tubuh. Misalnya berdandan ekstra mini (yah pokoknya serba mini deh) untuk menarik orang lain membeli produk perusahaan tempat anda bekerja.