PROMOSI DIRI DI TEMPAT KERJA

Menunjukkan kemampuan diri di tempat kerja bukanlah sesuatu yang tabu, asal tidak terlalu menonjolkan diri, karena dapat dianggap sombong bagi rekan kerja anda. Selama ini, apakah anda sudah menunjukkan hasil kerja yang baik di tempat kerja. Tetapi entah kenapa, tidak pernah ada yang tahu siapa Anda.

Terlepas dari kontribusi Anda yang begitu besar dalam menaikkan revenue perusahaan, nama Anda tenggelam dan tidak pernah diperbincangkan saat rapat atasan. Apa karena Anda kurang cantik atau tinggi? Bukan. Itu lebih dikarenakan Anda tidak pernah mempromosikan diri sendiri.

Bukan hanya barang yang perlu dipromosikan agar dibeli. Anda juga perlu tahu bagaimana caranya memperlihatkan pada orang lain siapa diri Anda, apa yang bisa Anda lakukan, dan seberapa besar kontribusi Anda terhadap perusahaan.

Menurut Caitlin Williams, penulis Successful Woman’s Guide to Working Smart, promosi diri adalah salah satu kunci sukses di dunia kerja. Hanya saja, hal ini seringkali dihindari oleh kaum wanita.

“Kebanyakan wanita merasa tidak nyaman mempromosikan diri sendiri, karena stereotip yang beredar di masyarakat memosisikan wanita sebagai orang yang berada di belakang layar dan bekerja dengan cara mengedepankan kepentingan orang lain, alih-alih kebutuhannya sendiri,” tambah Binnie Shusman Kafrissen dalam buku Winning Roles for Career-Minded Women: Understanding the Roles We Learned as Girls and How to Change Them For Success at Work, yang ditulisnya bersama Fran Shusman.

 

TANDA STRES AKIBAT PEKERJAAN

Banyak penyebab dari timbulnya stress, tekanan hidup dan beban pekerjaan sering menjadi penyebab utama timbulnya stres. Stres berdampak buruk pada sistem pencernaan seperti iritasi organ pencernaan bahkan penyakit kardiovaskular dan stroke. Sayangnya, kita sering tidak menyadari bahwa sebenarnya ada gejala dan tanda kita terkena stres.

Berikut beberapa tanda – tanda timbulnya stress :

* Rahang nyeri
Bukan hanya karena sakit gigi, stres secara emosional dapat membuat otot-otot rahang sakit. Gejala ini biasanya terjadi ketika bangun atau tidur. Secara umum, perhatikan apa yang pernah Anda alami, sehingga ketika gejala itu kembali Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Fokuskan pada merelaksasikan rahan ketika Anda merasa panik.

* Kulit gatal
Stres membuat perubahan pada sel-sel kekebalan yang ditemukan di kulit dan membuatnya lebih aktif. Stres bisa mengakibatkan beberapa kondisi seperti psoriasis, rosacea, dan atau lebih buruk lagi, eksim. Jika kulit terasa gatal akhir-akhir ini, perhatikan tingkat stres dalam hidup Anda, dan segera mengambil langkah untuk meminimalkan. Anda juga bisa mengunjungi seorang dokter spesialis kulit untuk membantu memecahkan masalah ini.

* Mata kedutan
Meskipun penyebab pasti dari mata kedutan tidak diketahui, bisa jadi ini tanda bahwa Anda perlu beristirahat dan santai. Kadang-kadang kedutan akan hilang setelah tidur nyenyak di malam hari, namun juga bisa terjadi hingga tiga minggu. Kelelahan dan berlebihan konsumsi kafein bisa menjadi penyumbang utama mata kedutan. Mengurangi hal yang bisa membuat stres adalah cara utama menghentikan kedutan ini.

* Nyeri pada gusi
Stres meningkatkan kadar hormon kortisol, yang pada akhirnya menciptakan sensasi terbakar di sebluruh tubuh termasuk gusi. Hal ini juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang memicu pertumbuhan bakteri di mulut dan memicu iritasi serta peradangan pada gusi. Selain menggosok gigi dan berkumur dengan cairan pembersih, tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, cukup tidur dan konsumsi multivitamin.

* Mual
Stres juga bisa memicu ketidaknyamanan di perut. Tingkat stres yang tinggi menunjukkan peningkatan gejala seperti sakit perut, yang sebagian disebabkan hormon yang dilepaskan akibat dari stres atau kecemasan.

Tubuh menghasilkan reaksi pertahanan dari stres, yang bisa memicu jantung berdebar dan adrenalin meningkat. Olahraga adalah cara yang bagus untuk memerangi stres, termasuk mual. Makanan juga berperan penting. Jadi kurangi konsumsi kopi dan jauhi makanan yang memakai banyak bumbu.

ADA APA DENGAN BOS WANITA ?

Di dunia kerja bukanlah hal baru lagi melihat wanita tampil ke depan menjadi seorang pemimpin. Namun, beredar mitos bos wanita biasanya lebih sulit dihadapi ketimbang bos pria. Benarkah?

Sifat alami wanita yang sensitif dan cenderung menggunakan emosi sering dianggap sebagai kekurangan jika ia tampil sebagai pemimpin. Hal tersebut dirasakan oleh Erna (30) seorang staf marketing di perusahaan periklanan. “Bos saya yang sekarang wanita dan dia lebih sering pakai kata hati, lebih emosional, jadi gampang marah,” ujarnya.

Wanita pada kodratnya selain mempunyai sifat emosional yang dimiliki, hal lain yang sering dikeluhkan para bawahan tentang atasan wanita adalah suasana hati yang sulit ditebak dan emosi yang tidak stabil, terutama menjelang menstruasi.

Namun, di balik segala “kelemahan” tersebut, sebenarnya banyak keunggulan yang dimiliki bos wanita, misalnya lebih teliti, memiliki gaya kepemimpinan bersifat kekeluargaan, serta mampu mengerjakan beberapa tugas sekaligus (multitasking).

Style wanita dalam memimpin sangat khas, biasanya lebih egaliter dan menerapkan family style di departemen yang dipimpinnya,” kata Hendra Setiawan, Direktur PT Softex Indonesia, yang sejak awal kariernya mengaku selalu memiliki atasan wanita.

Nah, jika kebetulan bos Anda seorang wanita, ini dia tips yang perlu diperhatikan agar hubungan kerjasama berjalan lancar:

1. Bos wanita biasanya lebih mudah berempati. Gunakan cara pendekatan personal dalam menyelesaikan masalah. Carilah waktu yang santai untuk berdiskusi mencari solusi sebuah masalah.

2. Mood swing sebenarnya tak hanya dialami wanita, tapi juga pria, apalagi jika tekanan kerja sedang tinggi. Jika ia terlihat sedang uring-uringan, tunda dulu membicarakan masalah sampai mood-nya cerah.

3. Berpikiran positif. Dengan selalu berpikir positif, Anda akan lebih santai menghadapi sifat-sifat si bos, bahkan yang paling “ajaib” sekalipun.

4. Biasanya wanita lebih teliti melihat ketidaksempurnaan. Karenanya, pastikan Anda selalu menyelesaikan tugas sesuai tenggat dan menyiapkan dokumen yang diperlukan agar siap menghadapi pertanyaannya. Jalin kerjasama yang kompak dengan sesama tim untuk mencapai target.

PERBEDAAN STRES ANTARA DIPIMPIN BOS WANITA DAN PRIA

Para kalangan pekerja tentu banyak yang “alergi” dengan bos wanita karena konon lebih emosional, galak, dan sinis, pokoknya bikin stres. Mitos itu mungkin ada benarnya.

Gender atasan, menurut hasil jejak pendapat yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Toronto, AS, memengaruhi tingkat stres karyawan. Survei yang dilakukan sejak 2005 itu bertujuan untuk membandingkan level stres dan masalah kesehatan yang ditimbulkan bila seorang pekerja yang memiliki bos wanita, laki-laki, atau punya dua bos berbeda gender sekaligus.

Terdapat Perbedaan Besar :
– Pekerja wanita yang memiliki satu bos wanita dilaporkan lebih tertekan secara psikologis dengan manifestasi berupa sulit tidur, susah fokus pada pekerjaan, depresi, dan kegelisahan. Selain itu, juga ada gejala fisik, misalnya sakit kepala, gangguan perut, sakit punggung dan leher, juga kelelahan. Tekanan ini lebih terlihat jika dibandingkan dengan karyawan yang memiliki bos laki-laki.

– Pekerja wanita yang memiliki bos pria juga wanita, dilaporkan lebih tertekan jika dibandingkan dengan rekan kerja pria yang hanya memiliki satu atasan laki-laki saja.

– Pekerja pria yang bekerja untuk satu atasan, apa pun jenis kelaminnya, juga memiliki kadar stres yang sama.

– Pekerja pria yang bekerja untuk dua bos berbeda gender hanya memiliki tekanan psikologi dan gangguan fisik lebih sedikit dibandingkan dengan pekerja pria yang punya atasan laki-laki.

Para peneliti menduga, kondisi tersebut di atas mungkin ada kaitannya dengan stereotip yang menyebutkan pria lebih cocok jadi pemimpin. Atasan wanita yang bertindak “seperti laki-laki”, menurut seorang peneliti, Scott Schieman, seringkali dipandang negatif.

Selain jenis kelamin bos, faktor lain yang memengaruhi tingkat stres karyawan adalah lingkungan kantor tempat bekerja. Misalnya saja, pekerja wanita yang punya atasan wanita, biasanya bekerja di sektor “feminin”, antara lain pekerja sosial atau bidang pendidikan, yang cenderung kurang tantangan dan kurang menarik dari segi penghasilan. Kondisi tersebut menurut Schieman, membuat kadar stres pekerjanya lebih tinggi.

COAT PANJANG WARNA CERAH PADUAN BUSANA KERJA

Ketika memasuki akhir tahun, tak hanya negara-negara barat saja yang mengalami musim dingin. Di Indonesia pun, biasanya akan memasuki musim penghujan. Saat inilah kita bisa sedikit lebih bergaya dengan busana ke kantor, salah satunya dengan memakai jaket panjang atau Trench coat yang biasa dipakai untuk musim dingin di luar.

Paduan Coat panjang tak hanya mampu melindungi tubuh dari udara dingin di luar (dan AC yang kelewat dingin di kantor), warnanya juga bisa menunjang penampilan kita. Anda juga bisa menemukan coat yang sudah disesuaikan dengan udara di Indonesia, yaitu yang bahannya tak terlalu tebal.

Coba tengok koleksi Centro Lifestyle Department Store, yang menawarkan coat dengan warna-warna cerah seperti merah jambu, putih, biru, dan merah. Bagaimana mempadupadankannya dengan atasan dan bawahan?

Karena jaket panjang ini menjadi bagian yang menonjol dari penampilan, Anda bisa mengenakan blus satu warna netral di dalamnya, misal warna hitam, biru, atau beige. Jangan lupa kenakan ikatannya agar bisa memberikan kesan membentuk di pinggang. Kesan V di bagian depan yang tercipta dari lapel (kerah) jaket ini akan membingkai wajah Anda. Pastikan wajah dan rambut Anda terlihat cantik. Jangan lupa untuk mengenakan celana denim berwarna gelap dan sepatu hak tinggi untuk memberi kesan kaki jenjang.

KIAT PERSIAPAN DIRI JELANG WAWANCARA KERJA

Ibarat maju ke medan perang, maka wawancara kerja juga perlu persiapan sebelumnya. Perlu diketahui, hal-hal remeh termasuk kerapihan dan sikap Anda menjadi bagian dari penilaian. Karena, setidaknya sepekan sebelum wawancara, Anda harus sudah mulai menyiapkannya.

Dalam beberapa situs terkenal dijelaskan terdapat kaitan psikologis ritual pra-wawancara dengan kesuksesan Anda mendapatkan pekerjaan impian. Persiapan diri sebelum wawancara dapat menaruh beberapa kekhawatiran Anda dengan  memastikan Anda siap saat hari wawancara tiba. Ini dengan asumsi, Anda sudah melakukan persiapan rutin, seperti melatih jawaban Anda atas pertanyaan Anda harapkan untuk ditanyakan dan belajar tentang perusahaan Anda yang Anda lamar.

Hal-hal yang perlu dilakukan di luar mempersiapkan materi wawancara? Ini Dia:
Seminggu sebelumnya: pergi ke tukang cukur, dan rapikan rambut Anda

Perawatan yang baik adalah bagian kunci dari kesan yang Anda buat dalam sebuah wawancara, dan itu dimulai dengan rambut Anda. Merapikan rambut seminggu sebelum wawancara membantu Anda mengurangi stres tentang penampilan Anda; seminggu setelah bercukur rambut Anda tampak alami, tetapi masih rapi.

Sehari sebelumnya: pelajari transportasi menuju lokasi wawancara

Sehari sebelum wawancara Anda, Anda harus melakukan penjajagan perjalanan Anda ke lokasi wawancara. Ambil transportasi yang sama yang Anda akan menggunakan pada hari wawancara untuk mengukur lama perjalanan. Ini untuk memastikan Anda tak salah alamat dan memprediksi waktu agar tak telat. Atau bila Anda sudah tahu pasti lokasinya, datanglah beberapa menit lebih awal. Ingat: datang terlambat bisa membuat runyam semuanya!

Dua malam sebelumnya: siapkan pakaian Anda

Putuskan apa yang akan dikenakan sebelum hari wawancara. Pikirkan tentang perusahaan yang Anda daftar, dan pelajari apa kode pakaian mereka. Jika Anda telah ke kantor mereka sebelum, memikirkan apa yang orang lain kenakan.

Malam sebelumnya: latihan akhir

Luangkan waktu malam sebelum wawancara Anda untuk berlatih di depan cermin. Berbicara dan jawabanlah pertanyaan yang Anda berpikir Anda akan diminta untuk menjawabnya. Perhatikan suara Anda dan bahasa tubuh, dan pastikan Anda melakukan kontak mata. Jadikan ini latihan terakhir Anda

Pagi menjelang wawancara: kosongkan pikiran Anda

Menekankan tentang wawancara tidak akan membuat waktu berlalu lebih cepat, sehingga menempatkan energi Anda ke hal-hal lain. Sarapan dan lakukan hal rutin lainnya.

Lima jam sebelumnya: jangan mengonsumsi kafein

Menghindari kafein sebelum wawancara pekerjaan adalah kunci besar untuk terlihat dan merasa santai. Tubuh Anda akan memompa adrenalin selama wawancara, sehingga Anda akan tegang dan gelisah. Kopi dikhawatirkan akan memacu degup jantung menjadi lebih cepat, dan makin membuat Anda tampak gelisah.

Dua jam sebelumnya: Pergi ke kamar mandi

Ya, Anda perlu mengosongkan kandung kemih, membersihkan badan, dan ups…jangan sampai ketombe berhamburan di bahu Anda.

Saat wawancara: jadilah diri Anda

Duduk dengan rapi, kaki lurus ke depan dan bersikaplah santai, jangan tegang. Simak setiap pertanyaan, dan jawablah dengan lugas. Jadilah diri Anda.

Semoga berhasil.

NILAI IJAZAH BUKAN PENENTU KARIR

Bila Anda ingin mendapat pekerjaan idaman, bukan semata indeks prestasi tertinggi yang diperlukan. Ada satu hal yang lebih penting dari itu: sikap Anda atau attitude of personality.

Hasil survei yang dihajat situs CareerBuilder, 71 persen manajer SDM menyatakan menempatkan kecerdasan emosional dan sikap — termasuk pada bagaimana ia mengendalikan emosi dan menjalin pertemanan —  ketimbang pada IQ semata. seseorang dengan EQ (kecerdasan emosi) tinggi dianggap lebih mampu mengendalikan diri dan mampu bekerja di bawah tekanan ketimbang mereka yang hanya mengandalkan IQ tinggi

“Kompetensi teknik dan kecerdasan penting bagi setiap pekerja, namun kecakapan interpersonal lebih epnting lagi,” kata Rosemary Haefner, vice president SDM di CareerBuilder. “Dalam kondisi ekonomi sulit, bos ingin orang yang bekerja dengannya bisa membuat keputusan secara efektif dalam situasi penuh tekanan,” katanya.

In a recovering economy, employers want people who can effectively make decisions in stressful situations and can empathize with the needs of their colleagues and clients to deliver the best results.”

Ingin mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi? Ini bocoran yang dilansir CareerBuilder untuk meng-upgrade-nya.

Kendali Diri atau Kontrol Emosi

Biasanya, calon bos akan memasukkan materi diskusi kelompok saat rekrutmen pekerja. Dari sini, emosi calon pekerja diukur. Untuk membantu meminimalisasi reaksi negatif, “Penting bagi Anda mengenali pemicu stress ketika tekanan datang,” kata  Patricia Thompson PhD, konsultan manajemen pada Sperduto & Associates Inc, sebuah firma psikolog papan atas di Atlanta. Sikap tubuh juga harus tetap dijaga. Thompson menyarankan untuk keluar dari kondisi itu dengan: tarik nafas panjang, kemudian hitung sampai 10, dan tenanglah.

Refleksi dan Instropeksi

“Agar kecerdasan emosi terasah, Anda harus self-aware, dengan memahani betul apa kekurangan dan kelemahan Anda,” kata Thompson. Ia menyarankan untuk membuat lima kelebihan dan kekurangan utama Anda, kemudian gunakan dua hal yang berlawanan itu untuk saling melengkapi. Pilih dua atau tiga kelemahan Anda, dan carilah cara untuk mengatasinya.

Dengarkan dan Belajarlah

Berdasar survei CareerBuilder, ketajaman emosi juga diukur dari bagaimana ia mampu mendengar. Thompson memberi jalan keluar untuk meningkatkan kemampuan mendengar. “Gunakan dua tingkat cara: pertama dengarkan untuk memahami konten pembicaraan, jangan menyela atau memberi penilaian terhadap apa yang diomongkan sampai dia selesai biacara. Kedua, dengarkan untuk memahami kondisi emosinya saat dia mencerikatan,” katanya. Kemampuan mendengar sangat penting, katanya, untuk membangun hubungan dalam satu tim secara lebih baik dan mengurangi konflik.