HATI-HATI! KARIR TERHAMBAT AKIBAT SOCIAL MEDIA

Facebook yuk..tentu itu sudah menjadikan kebutuhan anda sehari-hari, apalagi bagi wanita karir, tentunya wanita sangat menyukai hal yang sifatnya ngerumpi. Kehadiran social media di internet di satu sisi dapat memberi banyak keuntungan bagi kehidupan pribadi dan karier Anda. Hubungan dengan rekan kerja menjadi lebih akrab karena Anda terhubung dengannya di kantor dan juga secara online. Anda juga bisa sedikit narsis memamerkan keahlian dan pencapaian Anda lewat foto-foto. Bertukar komentar lewat Twitter juga bisa membuat hubungan makin kompak.

Namun, social media juga dapat mengancam masa depan karier Anda apabila tidak hati-hati dalam menggunakannya. Mungkin Anda sendiri telah mendengar beberapa cerita tentang pemecatan orang akibat melakukan hal-hal bodoh pada social media yang ia miliki. Misalnya, mengaku sedang rapat dengan klien, tetapi ternyata muncul foto di halaman Facebook yang memperlihatkan dia sedang makan bersama pacarnya. Atau, mengirimkan tweet yang isinya dia mendapatkan promosi karena perusahaannya akan merger, padahal berita ini belum boleh disebarkan ke publik.

Kunci utama agar social media tidak berbalik menjatuhkan karier Anda adalah pengendalian diri. Pasalnya, media internet memang membuat hidup jadi lebih mudah dan cepat. Ikuti empat langkah ini untuk memastikan Anda bisa menggunakan social media dengan aman tanpa harus membuat karier terpuruk:

1. Berpikir sebelum “posting”
Apa pun yang Anda tulis pada status ataupun tweet dapat berpengaruh bagi diri Anda. Meski Anda telah mengatur bagian privasi dengan teliti, tetap saja sebenarnya tidak ada status yang bisa dibilang aman di social media. Karenanya, pertimbangkan selalu sebelum posting, apakah Anda akan mengalami masalah apabila menulis seperti itu? Apakah atasan Anda akan marah saat membacanya? Jika ya, lebih baik jangan posting status itu!

2. Teliti lagi detail informasi seputar Anda
Mulai dari data seputar sekolah, perusahaan tempat bekerja, hingga minat dan hobi. Sekarang ini, banyak perusahaan yang mencoba melakukan pengecekan via online untuk mengetahui latar belakang Anda. Salah satunya melalui social media. Jika Anda tidak ingin seseorang mengetahui hal-hal tertentu tentang Anda, lebih baik jangan dicantumkan di sana.

3. Ikuti peraturan perusahaan
Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berkaitan dengan jejaring sosial. Yang pertama, apakah Anda diperbolehkan mengakses situs pertemanan online saat jam kantor? Lalu, informasi apa saja seputar perusahaan yang boleh dan tidak boleh Anda cantum dan bagikan dalam profil Anda? Segera bertanya kepada anggota staf bagian SDM apabila ternyata Anda kurang memahaminya!

4. Perhatikan “tweet” Anda
Jangan pernah mengirimkan tweet berisi komentar negatif tentang perusahaan. Atau, mengeluhkan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan melalui status di Facebook. Jika Anda punya keluhan, lebih baik segera ajukan langsung ke atasan Anda!

Advertisements

MENGAPA BOS WANITA KURANG DISUKA?

Sudah bukan rahasia lagi bila wanita yang jadi atasan biasanya kurang disukai. Wanita cenderung tidak dapat membedakan urusan pekerjaan dan urusan pribadi sehingga sering kali ketika berselisih paham di ruang rapat, perselisihan juga dibawa hingga keluar kantor. Begitu mungkin yang pernah Anda amati.

Sebuah penelitian baru tampaknya mempertegas anggapan ini. Responden dari penelitian, yang terdiri atas para karyawan, memandang wanita bos lebih temperamental dan cenderung terlibat dalam politik kantor. Wanita cenderung moody dan senang membicarakan bawahannya kepada rekan kerja yang lain. Pendeknya, mimpi buruk deh bila punya atasan wanita!

Penelitian yang menjaring 3.000 pria dan wanita ini juga mendapati bahwa tiga perempat pria (75 persen) sepakat bahwa mereka lebih senang bekerja untuk atasan pria. Namun hal ini ternyata tidak cuma dirasakan karyawan pria.

Dua pertiga dari wanita yang disurvei (63 persen) mengatakan, lebih memilih bos pria karena mereka biasa to the point, berbicara langsung pada intinya, sehingga lebih mudah dihadapi. Bos pria juga tidak punya maksud-maksud tersembunyi dari apa yang dikatakannya, tidak mengalami mood swing, atau terlibat dalam politik kantor. Mereka juga lebih logis, demikian menurut 14 persen responden.

Seperempat responden wanita menuduh bos wanita sering menusuk dari belakang, dan membawa masalah pribadi ke kantor. Sepertiga dari mereka yang disurvei juga mengatakan bahwa wanita yang memiliki kekuasaan sering merasa terancam oleh bawahannya.

“Hal ini menunjukkan bahwa meskipun wanita lebih mampu mengembangkan peran manajemen, ada pula yang tidak memiliki kemampuan ‘kunci’ yang diperlukan untuk menjadi atasan yang baik,” Hal itu sesuai dengan survey yang diadakan di sebuah study karir dan dunia kerja.

Tentu, tidak ada yang meragukan kecerdasan wanita untuk menempati posisi senior, namun wanita umumnya sulit didekati dan sangat kompetitif. Hal ini mungkin disebabkan karena wanita sering kali berlidah tajam, dan sering moody akibat tamu bulanannya. Penilaian buruk lain mengenai bos wanita adalah terlalu klik-klikan, terlalu bersaing, dan sering mengkhawatirkan penampilannya.

Meskipun demikian, penelitian ini toh juga menghasilkan responden yang “pro” dengan atasan wanita. Mereka yang memilih atasan wanita mengatakan bahwa wanita justru lebih mudah didekati, ramah, dan lebih mampu memahami ketika ada anak buah yang minta izin untuk merawat anak yang sakit.

Studi ini juga menunjukkan bahwa rata-rata karyawan memiliki dua bos wanita dan tiga bos pria. Sepertiga responden pernah mengundurkan diri dari perusahaan karena tidak menyukai atasannya dan mayoritas dari responden wanita mengaku keluar dari pekerjaan karena tidak cocok dengan bos wanita.

Model dan Kebiasaan Kaum Pria yang cendrung disuka dalam memimpin :
1. To the point
2. Cenderung tidak terlibat dalam politik kantor
3. Mudah menalar
4. Tidak bersikap bitchy terhadap rekan kerja yang lain
5. Tidak sering mengalami mood swing
6. Bisa meninggalkan masalah pribadinya
7. Tidak mengalami gangguan “bulanan”
8. Cenderung bisa berbagi minat yang sama
9.  Tidak merasa terancam ketika yang lain lebih menonjol dalam bekerja
10. Lebih logis

 

 

BUSANA KERJA BERCORAK HITAM, WAJIB HUKUMNYA

Busana kerja dapat dipadukan dengan pasangan busana apa saja, asal sopan dan sesuai aturan di tempat kerja. Dengan sedikit kreativitas, Anda bisa tampil lebih chic di tempat kerja. Sematkanlah aksesori cantik yang sesuai, dan melangkahlah dengan penuh percaya diri.

Anda pernah dengar gaya preppy girl, gaya tersebut  bisa anda jadikan inspirasi dalam memadukan busana kerja. Padankan rok hitam A-line, kemeja putih, dan sweater merah marun. Pilihan lain, kardigan oranye, tank top, dan celana abu-abu. Rok A-line akan memberi kesan feminin. Pilih warna netral, sehingga mudah dipadukan dengan koleksi busana yang lain.

Item yang wajib Anda miliki umumnya celana panjang hitam, blazer hitam, dan rok pensil hitam. Boleh saja Anda menyimpan item ini, tetapi kenakan dengan cara yang berbeda. Misalnya, pilih blazer model cropped, dan gulung sikunya. Kenakan dalaman kemben dan aksesori sebagai statement.

Bagi wanita karir tentu menyadari kalau corak hitam akan membuat tubuh kelihatan lebih ramping, memilih Rok atau celana panjang dengan warna netral tidak berarti berwarna hitam, biru tua, atau krem saja. Coba pilih yang berwarna kelabu, padukan dengan atasan yang lebih berwarna, seperti maroon atau biru.

Untuk gaya maskulin, pilih setelan blazer dan celana abu-abu. Pilih setelan yang menampakkan aksen yang sedikit feminin agar kesannya tidak terlalu keras. Setelan warna hitam juga memberi kesan maskulin, namun coba pilih item seperti celana kapri atau atasan model tumpuk dengan lengan ber-padding tipis untuk memperoleh kesan feminin.

TIPS BERBUSANA :

* Koleksi penting yang harus dimiliki untuk busana kerja adalah blazer, celana panjang/ rok, dan blus. Pilih yang kualitas jahitannya baik dan berwarna netral. Dengan demikian bisa mudah dipadu-padankan agar penampilan tidak membosankan.

* Bagi yang bertubuh besar, pilih rok berpotongan lurus 7/8 dengan belahan di bagian belakang atau pada salah satu sisinya. Rok model ini akan menyembunyikan bagian paha dan betis yang cenderung besar.

* Jangan memaksa mengenakan blus terlalu ketat. Untuk tubuh besar, sebaiknya memakai blus dengan potongan kemeja dengan ukuran yang sesuai.

BUSANA KERJA, SANTAI TAPI FORMAL

Wanita karier dalam menjalani pekerjaanya memiliki kehidupan yang sangat beragam dan aktif. Dalam segala kegiatannya, wanita karier dan aktif ingin selalu tampil cantik dan gaya. Terdapat produsen busana wanita karier lokal yang menargetkan pasarnya kepada para wanita karir untuk berbenah diri dan mulai mengubah konsepnya untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya.

Banyak produsen pakaian kerja wanita yang selalu berupaya memenuhi kebutuhan para konsumennya dengan mengubah konsepnya. Mereka berusaha memenuhi kebutuhan wanita karier yang memiliki karakter mandiri, percaya diri, dan modern, atau dengan kata lain, wanita urban.

Produk-produk terbaru diantaranya dari produsen merk ACCENT. Produk Accent cukup beragam, mulai dari Charactere Pant yang terdiri dari berbagai bentuk, seperti flare (membesar di bagian bawah), straight, slim, dan skinny. Blus, millitary jacket, rok, dress, celana capri, denim, dan tas-tas kreasi Accent memberi alternatif bergaya mix ‘n match.

Tren yang digunakan Accent untuk musim ini antara lain adalah; boyfriend jacket, trench coat, millitary jacket, rok bertumpuk, blus ruffle, shirt dress, dengan aksen detail yang banyak digemari saat ini, seperti pintuck, frill, lettuce edging, tie and bow, serta smock. Busana kerja yang ditampilkan berkesan serius, tapi tidak meninggalkan kesan santai. Warna-warna yang digunakan, memang masih seputar warna “aman”, seperti abu-abu, hitam, putih, cokelat, hijau tua, namun bukan berarti tak bisa digunakan di saat musim panas yang ceria.

 

 

STRATEGI AGAR KARIR TETAP MENANJAK

Mempertahankan karier memang lebih sulit dibanding membangun, tapi banyak juga yang belum menyadarinya sehingga mengalami kegagalan dalam mempertahankan prestasi dan kinerjanya. Sebagai wanita karir dalam menghadapi pekerjaan tentu menemui berbagai hal yang menjadi hambatan, Karena itu, jika ingin awet di posisi puncak, Anda perlu punya tiga strategi ampuh ini:

1. Waktu
Manfaatkan waktu sebanyak mungkin untuk hal-hal yang Anda orientasikan pada pertumbuhan dan kestabilan karier. Di antaranya dengan mengikuti workshop yang bisa mengasah kemampuan Anda dan menjalin networking sebanyak mungkin.

2. Materi
Tidak peduli berapa besar penghasilan Anda saat ini, upayakan untuk menginvestasikan kembali uang tersebut ke hal-hal yang bisa mendukung karier, seperti sekolah lagi dan sebagainya.

3. Orang-orang di sekitar Anda
Manusia adalah makhluk sosial, dalam meraih sesuatu kita membutuhkan bantuan orang lain. Investasikan orang-orang ini dengan cara memperlakukan mereka dengan baik. Sehingga ketika Anda membutuhkan mereka, dengan senang hati mereka akan membantu Anda.

 

 

PENUNJANG DAN PENGHAMBAT KARIR

Banyak para kalangan praktisi mengatakan bahwa sebagian besar wanita karir berpikir bahwa mereka mengetahui kunci untuk mencapai kesuksesan. Namun, untuk meraih kesuksesan tersebut sebaiknya mereka selalu mengikuti aturan yang berlaku. Agar karir anda sebagai wanita karir tidak mengalami kemacetan, berikut sebagian Permasalahan berikut triks mengatasinya :

Menjauhi masalah yang memancing emosi. Sean O’Neil, seorang konsultan manajemen di New York, menyarankan, “Komunikasikan semua masalah Anda dengan rekan kerja, meskipun bersifat personal, sulit, atau canggung karena pekerjaan,” ungkapnya. Tak perlu takut untuk mengungkapkan apa yang Anda anggap mengganggu atau merugikan dengan rekan kerja Anda. Bersikap lah bijak untuk memilih topik obrolan tentang hal ini, agar suasana kerja tidak malah memburuk.

Menapaki jenjang karier. Banyak orang berpendapat bahwa seorang pekerja dinilai berdasarkan jabatan dan besarnya penghasilannya. Namun, ternyata tak semua orang ingin punya tanggung jawab dan kekuasaan yang lebih banyak. “Tak ada keharusan bagi setiap orang untuk punya jenjang karier yang tinggi. Bergeraklah secara horisontal. Atau jadilah seorang wirausaha jika itu membuat Anda bahagia,” ungkap Michelle Goodman, penulis buku The Anti 9-to-5 Guide. Bahkan jika Anda tak bergerak vertikal dan menginginkan jenjang karier dan promosi yang tinggi, Anda bisa menjadi bos di masa depan dari perusahaan Anda sendiri.

Melakukan apa yang menjadi tugas Anda. Bos Anda pasti akan bangga ketika Anda bisa melakukan berbagai pekerjaan yang ditugaskan. Namun, Anda mungkin bisa mengerjakan sesuatu yang lebih besar untuk bisa membantu perusahaan lebih kongkrit, daripada hanya bekerja sesuai tugas. “Ini bisa membuat Anda bekerja dengan hati, dan sama sekali tak mengambil keuntungan apapun dari pekerjaan ini,” tukas Adam Bryant, penulis buku The Corner Office dan editor New York Times.

“Hidup” di kantor. Tuntutan pekerjaan saat ini kadang-kadang membuat kita harus bekerja lembur hampir setiap hari. Namun bagi beberapa orang, pekerjaan bukan lagi merupakan hal yang paling diinginkan. Sangat penting artinya untuk melakukan berbagai kegiatan di luar kantor usai jam kantor. Melakukan berbagai kegiatan yang disukai bisa meningkatkan kesenangan, semangat, sekaligus kreativitas dalam bekerja. Ide-ide baru yang menakjubkan seringkali tercetus ketika kita dalam perasaan tenang sambil membaca, memasak, atau bersepeda, dibandingkan hanya berada di dalam kantor saja.

“Hobi juga membuat kita lebih damai dan rileks beberapa saat, dan mungkin juga permasalahan di kantor akan terselesaikan dengan baik,” tukas Karen Burns, penulis buku The Amazing Advantures of Working Girl.

Melakukan jejaring dimana-mana. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjalin relasi dengan orang lain, salah satunya adalah dengan menghadiri pesta-pesta koktil, seminar, dan mulai ngobrol dengan orang-orang yang tidak dikenal. Namun pada dasarnya kegiatan ini sangat tidak efektif dan membuang waktu. Kenapa tidak gunakan saja media jejaring sosial untuk melakukan berbagai pekerjaan, termasuk menjalin relasi. Dengan menggunakan media ini, Anda bisa bertemu orang-orang penting manapun yang menarik perhatian Anda, tak peduli dia berguna atau tidak untuk pekerjaan Anda. Setelah itu, akan lebih mudah untuk Anda untuk bertemu dan membicarakan lebih jauh tentang bisnis sembari makan siang.

CARA MEMILIH BUSANA KERJA BEKAS (Second Hand)

Tidak ada wanita di dunia ini yang tidak diidentikan dengan gaya, termasuk dalam berbusana. Meski daya beli melemah, tak berarti wanita jadi mati gaya. Banyak cara untuk tetap tampil gaya, asalkan tahu triknya. Tak sedikit yang menjual kembali koleksi busananya dalam garage sale atau baju bekas, misalnya. Saat kebutuhan busana kerja mendesak sedangkan budget terbatas, hunting busana layak pakai di garage sale bisa menghemat pengeluaran Anda, caranya:

1. Bongkar lemari Anda
Bongkarlah isi lemari Anda, apakah di dalamnya terdapat busana kerja wajib untuk wanita. Misalkan terusan warna hitam, celana panjang hitam dan biru, pumps warna hitam, atasan putih berkancing, dan sepatu flat hitam. Jaket, aksesori seperti syal, ikat pinggang, dan bros juga bisa sangat membantu penampilan Anda. Busana kerja standar yang Anda miliki, bila dipadupadankan dengan aksesori ini, bisa membuat penampilan lebih menarik.

Jika ternyata koleksi ini tak lagi Anda temukan di lemari, tanyakan kepada ibu, tante, atau sepupu Anda. Siapa tahu mereka masih menyimpan busana kerja yang ukurannya tak lagi cocok dengan postur tubuh mereka. Pastikan pakaian yang didapatkan dari keluarga sesuai ukuran Anda. Jangan memaksakan jika ternyata ukurannya lebih kecil atau terlalu besar. Teliti kembali kualitas pakaian seperti jahitan dan tampilannya secara umum, apakah masih layak pakai.

2. Pilih Lokasi belanja Yang Tepat
Busana kerja bekas atau secondhand bisa dijual dimana saja. Temukan tempat belanja yang sekiranya menjual pakaian berkualitas. Seleksi kembali bazar atau garage sale yang ada dalam daftar belanja Anda. Sejumlah bazar yang rutin diadakan setiap tahun, dan selalu ramai pengunjung bisa menjadi pertanda bahwa model, kualitas, bahkan harga, cukup menggiurkan.

Kawasan Kemang di Jakarta Selatan, misalkan, sering menjadi tempat belanja dalam konsep garage sale dengan produk yang bisa diandalkan. Anda bisa mempadupadankan busana untuk ke kantor jika lebih sering mengeksplorasi ruang belanja murah berkualitas seperti ini. Jika sudah berlangganan akan lebih menguntungkan lagi buat pembeli. Jadi, sering-seringlah mencari informasi garage sale berkualitas, dengan melihat lokasi tentunya.

3. Belanja harus punya tujuan
Anda wajib meneliti sebelum membeli, adalah menjadi aturan baku, terutama jika Anda punya dana terbatas. Fokus pada apa yang sebenarnya Anda butuhkan. Jangan sampai “kalap” ketika belanja dengan diskon besar-besaran dari toko yang akan menutup atau memindahkan usahanya. Sebelum mendatangi toko barang secondhand, pastikan dulu apa yang Anda cari. Dengan mengontrol hasrat belanja, bisa jadi Anda mendapatkan busana bermerek ternama dengan harga miring.

4. Toko busana vintage bisa jadi pilihan
Gaya busana vintage masih digemari. Sejumlah toko yang menjual busana era vintage pun semakin banyak. Salah satu toko di kawasan Kuningan memiliki sejumlah koleksi vintage yang masih up-to-date. Umumnya busana vintage dibanderol dengan harga yang bervariasi, tergantung kualitas dan model.

Karakter khas dari gaya vintage ini terletak pada keunikan pada potongan terusan atau jaket. Padupadankan saja jaket vintage dengan terusan hitam basic milik Anda di rumah. Sejumlah desain jaket vintage kadang diaplikasikan dengan aksesori tertentu yang bisa dijadikan fashion statement dalam busana kerja Anda.

5. Rawat busana Anda
Seringkali perawatan busana yang kurang baik, seperti cara mencuci, menjemur, atau bahkan menyimpan di lemari, membuat koleksi busana kerja semakin menipis. Agar koleksi tetap terawat, sebaiknya Anda mulai membiasakan menjaga busana dari kerusakan, seperti robek, warna yang luntur, atau bahan terlihat lusuh, karena terlalu sering menggunakan mesin cuci.
Baca dengan teliti label pada pakaian. Busana berkualitas umumnya memberikan keterangan cara mencuci atau mengeringkan busana yang tepat agar tetap awet.

Jangan pernah mencampur pakaian berwarna. Pisahkan pakaian sesuai warna sebelum mencucinya agar warna pakaian tak pudar atau bahkan luntur. Merawat pakaian kerja juga bisa dengan mengubah kebiasaan Anda. Segera ganti pakaian sepulang dari kantor dengan kaos dan celana bahan khusus pakaian di rumah. Dengan begitu Anda telah memperpanjang umur busana kerja Anda.